Selasa, 25 Juli 2017

Diam Diam Aku Mencintaimu, Pun Dalam Diam Aku Harus Mengikhlaskanmu..

Karena dalam diamku tersimpan ketulusan, diamku menyimpan kekuatan dan harapan. Berharap kau hadir, mendatangi tempatku yg sulit untuk diketahui. Oleh siapapun. Adalah hati, sangkar rahasia terbaikku. Terkelola dengan terampil, pandai menyimpan kesedihan, kebahgiaan, dan sebuah harapan akan sesuatu hal. 

Biarkan perasaan ini tumbuh layaknya bunga yg bermekaran namun tak ada seorang pun mengetahuinya. Aku berada jauh diantara pandangan orang", meski kelopakku megah, harumku mewah, namun tak ada yg mengetahui tentang keberadaanku. Biarkan bunga hati ini selalu terjaga keindahan dan kesuciannya, tersimpan rapat tanpa seorangpun yg memegangnya... 

PHP

                                 P H P
                  ( patah - hancur - pasrah )

Patah,
Aku berusaha menerima
Ketika jawaban atas rasaku ku isyarakatkan kata " Tidak "
Seketika aku merasa,
Bahwa mungkin ini memang belum saatnya
Dan aku kembali mencoba
Untuk menyeimbangkan rasa agar tidak menjadi luka
.
Hancur,
Kadang tanpa sadar aku mulai berangan
Sampai akhirnya telah tumbuh banyak harapan
Lalu seketika keadaan menyadarkan,
Bahwa kenyataan tak memberiku jalan
Yaa, itu benar
Pelan" keadaan membuatku sadar
Bahwa menyukai diam" tidaklah menyenangkan
Terlebih lagi saat luka kembali
Mengingat tentang pahitnya rasa yg bertepuk sebelah tangan
Tidakkah itu menjadikan sesak yg cukup mendalam?
.
Lalu??
Pasrah,
Hanya itu jalan terakhirnya
Saat hati harus dipaksa untuk menerima dan mencoba mengikhlaskan rasa
Tidakkah sadar jika aku sudah terlalu jauh melangkah pada arah yg salah?
Dan kini tuhan memintaku untuk berhenti
Kembali berjalan pada arah yg seharusnya ku ikuti
.
Sekali lagi,
Harus ku ikhlaskan rasa
Ku yakinkan hati, jika segala cerita telah terangkai indah dalam skenarionya
Ada banyak hikmah yg tersirat dibalik tiap kisah
Dan suatu hari nanti, jika kita berusaha ta'at pada ajaran-Nya
Segala hal akan berakhir dgn bahagia..

Mereka Membunuh Mentalku dengan Ucapan Mereka

Mereka membunuh mentalku, Dengan kata-kata yang menusuk, Ucapan pedih yang menghancurkan, Meninggalkan luka yang dalam,   Setiap kata, seper...