Rabu, 14 November 2018

Indahnya Melepas

Untuk hati yang sedang menangis karna cinta sudah kau lepas dengan manis.
Percayalah akan tiba saatnya kau tersenyum lega karna apa yang kau lakukan untuk Allah akan dibalas dengan bahagia.
_
Mungkin bukan saat ini, tapi di sepanjang waktumu dalam perbaikan akan ada hadiah dari indahnya penantian
_
Tugasmu adalah memperbaiki segala sisi. Baik hubunganmu dengan Allah pun manusia dan juga mahluk lainya.
_
Bertaubatlah terhadap dosa masalalu hingga kau kembali taat. Karna nikmat melepas dengan ikhlas akan segera kau dapat 
_
Meski kutahu saat ini mungkin hatimu nyeri. Karna melepas butuh ketekatan dan nyali, kalo bukan kau percaya pada kekuatan Illahi, kurasa hatimu sudah hancur bagai kaca tak bersisa lagi.
_
Tapi nyatanya kau masih mampu berditi tegak meski luka kian mengendap. Sama-samalah memperbaiki hingga Allah nanti pertemukan kita lagi dalam keadaan lebih baik pun dengan janji dan langkah yang baru untuk menjemput berkah 
.
.
.
_khan_

Senin, 12 November 2018

Keheningan Malam


Memandang, menyusuri pekatnya malam. 
Sembari duduk terdiam memegang secangkir perasaan. .
Akankah ia terbawa bersama membaranya lilin yang terbakar? Atau terbawa angin malam yang berhembus lembut dibalik pembatas bening ini? .
Pengharapan muncul kepada semesta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penuh teka-teki ini. 
Seperti pemenuhan keinginan atas apa yang terjadi diantara kita. .
Aku dan kamu, kejelasan-kejelasan belum terungkap karena pembentengan ucapan antar hati kita. Hanya kita sendiri yang bisa menemukannya..
.
.
.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
_khan_ 

Kamis, 26 April 2018

Ceritaku Tentangmu

Aku tahu, teman perempuanmu tidak hanya satu
Yang menyukaimu bukan hanya aku
Ada banyak hati yang mungkin jga tengah mendabakanmu..
Atau banyak do'a yang mungkin seringkali menyebutkan namamu..
.
Tak sedikit dari mereka yang selalu mendapatkanmu, mencari dan menarik simpati jga perhatianmu..
.
Sedangkan aku?
Aku bukan siapa"
Selain dari hanya seorang perempuan yang sedang mendamba menantikan dalam doa ..
Juga menyayangimu dalam diam yang tak kau rasa...

Kamu Bagaikan Air

Kamu bagaikan air
Begitu menghanyutkan
Begitu tenang
Begitu dingin
.
Kamu air
Yang tak bisa ku genggam erat
Ketika ku genggam kau dengan mudah pergi
Rasa penasaran tak pernah padam tuk menggengammu
.
Namun akhirnya aku sadar
Kamu bukanlah sesuatu yang harus di genggam
Kamu adalah sumber
Sumber semagat hidupku
Sumber kebahagiaanku
Jika allah mengizinkan itu,
.
Tetapi kembali lagi
Jodoh atau tidaknya kita
Kamu akan tetap menjadi air
Air yang tenang
Dan bermanfaat untuk semua orang

Mereka Membunuh Mentalku dengan Ucapan Mereka

Mereka membunuh mentalku, Dengan kata-kata yang menusuk, Ucapan pedih yang menghancurkan, Meninggalkan luka yang dalam,   Setiap kata, seper...