Senin, 12 November 2018

Keheningan Malam


Memandang, menyusuri pekatnya malam. 
Sembari duduk terdiam memegang secangkir perasaan. .
Akankah ia terbawa bersama membaranya lilin yang terbakar? Atau terbawa angin malam yang berhembus lembut dibalik pembatas bening ini? .
Pengharapan muncul kepada semesta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penuh teka-teki ini. 
Seperti pemenuhan keinginan atas apa yang terjadi diantara kita. .
Aku dan kamu, kejelasan-kejelasan belum terungkap karena pembentengan ucapan antar hati kita. Hanya kita sendiri yang bisa menemukannya..
.
.
.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
_khan_ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mereka Membunuh Mentalku dengan Ucapan Mereka

Mereka membunuh mentalku, Dengan kata-kata yang menusuk, Ucapan pedih yang menghancurkan, Meninggalkan luka yang dalam,   Setiap kata, seper...