Memandang, menyusuri pekatnya malam.
Sembari duduk terdiam memegang secangkir perasaan. .
Akankah ia terbawa bersama membaranya lilin yang terbakar? Atau terbawa angin malam yang berhembus lembut dibalik pembatas bening ini? .
Pengharapan muncul kepada semesta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penuh teka-teki ini.
Seperti pemenuhan keinginan atas apa yang terjadi diantara kita. .
Aku dan kamu, kejelasan-kejelasan belum terungkap karena pembentengan ucapan antar hati kita. Hanya kita sendiri yang bisa menemukannya..
.
.
.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
_khan_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar