Terima kasih
kerna selalu muncul disaatku memerlukan teman.
Dan sering menjadi
pendengar setia ceritaku
Dan juga kenangan
yang kita telah ciptakan bersamaa
Terima kasih
kerna selalu muncul disaatku memerlukan teman.
Dan sering menjadi
pendengar setia ceritaku
Dan juga kenangan
yang kita telah ciptakan bersamaa
Entah, suasana seperti ini sulit untuk didefinisikan.
Padahal sedang ramai, banyak orang, tapi sepi, hampa...
Kamu pernah merasakan hal ini?
Mungkin, karena pikiran kita telah larut dalam dunia maya.
Pikiran kita ramai melihat hal-hal menakjubkan di beranda instagram.
Akibatnya, saat di dunia nyata, kita seperti kesepian.
Padahal ramai, banyak orang, Kenapa ya ?
Okey, atau Jangan-jangan..
Kita ini banyak melakukan hal sia-sia, pikiran kita kosong tak berarti,
Kemungkinan lain ...
Hati kita lalai dari mengingat-Nya, dan disibukkan dengan "dunia"
Ada doa yang perlu kita baca setiap saat dan kita hafalkan..
" Allahumma inni as-'alukal huda wat tuqo wal 'afaf wal ghina"
Artinya : Ya Allah, aku meminta pada-mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat 'afaf (terjaga kehormatan) dan ghina (kekayaan hati). (H.R Muslim No. 2721)
Beberapa hal justru lebih baik.
Rasa cemas saat dulu menerpa tiap kali aku takut kehilanganmu,
Ternyata tak sedemikian sakitnya sekarang.
Kekhawatiran akan ada ia yang baru, yang mampu memberikanmu dunia melebihiku,
Sudah tak terlihat lagi bagaimana wujudnya.
Kebahagiaan mulai menampakkan diri;
Satu per satu, Perlahan tapi pasti.
Walau tidak langsung sepenuhnya,
Namun, setidaknya batinku terasa jauh lebih melegakan sekarang.
Segala kesedihan sejauh ini tak pernah muncul lagi.
Padahal kalau boleh kukatakan,
Bersamamu banyak sakitnya.
Namun, detik ini, aku ingin sekali mengucapkan terima kasih.
Untuk perpisahan yang awalnya optimis,
Kukira hidupku juga ikut hancur bersamanya,
Tapi nyatanya,
Tanpamu aku justru lebih baik dari sebelumnya.
Menanyakan kabar lalu meminta maaf.
Mencoba menarik perhatianmu lagi.
Berjanji berubah dan akan membawa kejenjang yang serius.
Kamu kaget bercampur senang.
Sebab kamu masih menyimpan rasa sayang padanya.
Diam-diam kamu masih ada harap.
Kamu ingin menerimanya kembali.
Memberinya kesempatan.
Tetapi ada suara kecil dihatimu yang mengatakan ;
" Jangan, nanti tersakiti lagi, Kalau dia serius, Dia akan datang membawa bukti. "
Hati dan Fikiranmu sempat berdebat hebat.
Mau ditolak, tapi sayang.
Maka kukatakan padamu ;
" Ikuti kata Hatimu itu. "
Lagian kamu juga udah tahukan? Kalau hubungan yang tak sah secara agama dan hukum ini begitu rapuh.
Enggak kapok dengan janji dia???
Bukan enggak mungkin kamu akan tersakiti lagi dalam rentang waktu yang lama.
Tegaslah!!!
Walau berat, tapi ini demi menyelamatkan hatimu.
Ingat-Ingat,
Kemarin kamu telah berjanji kepada Allah untuk tidak melabuhkan cinta pada ikatan yang tidak dianjurkan-Nya.
Teguhlah!!
Tanda dia sudah ada ada orang baru dalam perasaannya.
Biasanya sikap, kata-kata dan perlakuannya berubah pelan-pela.
Tidak langsung total. Karena dia tidak bisa benar-benar pergi begitu saja darimu.
Tetapi dia bakal pelan-pelan.
Mungkin menunggu hubungannya lebih dalam dengan orang itu, atau menunggu lebih bosan kepadamu.
Tanda dia sudah ada yang baru,
Biasanya dia mulai cuek kepadamu.
Yang awalnya sangat peduli dan perhatian. Mulai jarang ada kabar.
Mulai jarang bertanya ini dan itu.
Mulai jarang bercerita. Padahal dulunya sangan sering bercurhat dan bilang kalau ada apa-apa.
Sekarang sudah tidak.
Tanda dia sudah dekat dengan orang lain, biasanya sikapnya mulai dingin dan datar kepadamu.
Responnya jadi apa adanya.
Komunikasinya mulai jarang.
Bicaranya mulai kurang romantis.
Sikapnya seperti menjaga jarak darimu.
Dia yang biasanya suka bertanya keadaanmu setiap hari.
Jadi pelan-pelan tidak lagi. Atau terasa mengurangi komunikasi.
Kenapa bisa begitu yaa, Karena perhatiannya mulai terbagi dua,
Antara memperhatikan orang yang dia simpan dan dirimu yang masih dipertahankan.
Kamu yang dulunya jadi prioritas bagi dia, sudah tidak lagi.
Sudah dijauhi, sudah disampingkan.
Karena prioritas dia sudah terbagi kepada yang baru itu dan dirimu yang masih ditahan.
Artinya, Kamu bukan lagi satu-satunya dihatinya. Tetapi juga sudah ada orang lain di dalamnya.
Selain itu, biasanya dia mengurangi apapun yang membuat dia selalu berhubungan denganmu.
Dengan kata lain, dia tak mau terlalu banyak ada komunikasi.
Ada chat dan ada pertemuan denganmu.
Makanya, dia sering menghindar dan banyak beralasan agar tidak selalu denganmu.
Ada insecurity yang tak bisa terungkap
Ada masalah yang semakin menumpuk
Ada kesedihan yang menyelinap diam-diam
Sayangnya dengan mudah,
kita iri dengan kehidupan orang di instagram
Mereka yang lebih indah parasnya.
Mereka yang keren Almameternya.
Mereka yang lebih banyak hartanya.
Mereka yang berkelana ke sana-sini.
Mereka yang bonafide pekerjaanya.
Padahal mereka sama dengan kita
Ada insecurity yang tak bisa terungkap
Ada masalah yang semakin menumpuk
Ada kesedihan yang menyelinap diam-diam
Coba tukar hidupmu dengan hidup mereka
Kamu yang lebih indah parasnya
Kamu yang lebih banyak hartanya
Kamu yang lebih bonafide pekerjaannya
Pasti akan selalu ada masalah yang mengikuti
Masalah yang sama beratnya, sama memusingkan
Selama ini, kita hanya melihat permukaanya
Menilai dari sisi dangkal
Sampul di feed Instagram
Jadi, untuk saat ini
Cukupkan diri dengan apa yang kamu miliki
Syukuri hal-hal sederhana yang terlewatkan
Oke, kamu punya insecurity
Oke, kamu punya masalah
Namun, mudah-mudahan dengan itu semua, kita memiliki peluang untuk belajar bersabar
Yang mudah-mudahan bermanfaat di akhirat kelak.
Seseorang berkata :
"keburukanku sudah telah kamu ketahui, Kesalahanku telah Tertandai, Dan Sikapku tak meng-enak-kan hati."
Beginilah aku manusia lemah yang sampai saat ini sedang berjuang menuju perbaikan.
Aku yang lemah ini, terus mencoba berkompetisi melawan Ego dan Nafsu yang dapat mencelakakan diriku.
Untukmu yang telah mengetahui aibku.
Terima Kasih ya, sudah menjaga privasi ini.
Kamu memilih menutup rapat mulutmu untuk tak diberitahu aibku pada siapapun.
Kamu yang memilih diam dalam rangka "Menjagaku"
Dan Terima Kasih telah menasehatiku secara diam-diam serta penuh hikmah.
Aku yang lemah ini butuh rangkulan dan ajakan dalam menjaga iman.
Bukan cercaan yang membuat aku semakin terpukul dan menimbulkan sesak yak tak terdefinisikan.
Terima kasih sudah berprasangka baik kepadaku.
Terima kasih telah menjaga "Nama-ku"
Terima kasih sudah mau berdamai dengan aib-ku.
Semoga....
Mereka membunuh mentalku, Dengan kata-kata yang menusuk, Ucapan pedih yang menghancurkan, Meninggalkan luka yang dalam, Setiap kata, seper...